Sejarah Melayu mencakup dimensi yang luas, dengan rentang masa yang panjang. Jika Kerajaan Kutaidianggap sebagai kerajaan tertua dalam kebudayaan Melayu, maka awal fase sejarah Melayu adalah sekitar abad ke-4 atau 5 M. Sejarah yang dimaksud di sini adalah kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi di masa lampau. Jejak-jejaknya dapat dilacak melalui peninggalan sejarah, baik berupa manuskrip, prasasti, sejarah lisan maupun artefak. Dalam portal ini, sejarah Melayu tersebut dibagi dalam tiga kategori: (1), sejarah tentang kerajaan, (2), naskah sejarah dan (2), peninggalan sejarah di situs sejarah, seperti candi, masjid, istana maupun makam.
Naskah Sejarah
Naskah merupakan peninggalan tertulis yang menceritakan tentang hal-ihwal suatu masa tertentu di masa lalu. Naskah sejarah dalam portal ini dibagi dalam dua kategori: prasasti dan manuskrip. Di antara prasasti yang telah ditemukan adalah Batu Bersurat, Kedukan Bukit, Talang Tuo, Telaga Batu, Kota Kapur dan Karang Berahi, peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Sementara manuskrip yang ada, berkaitan dengan agama, adat, hikayat, silsilah, pengobatan dan sejarah itu sendiri, dan merupakan peninggalan tokoh-tokoh zaman dulu, sebagian besar antara abad 16 hingga 18 M.
Manuskrip
Manuskrip merupakan naskah tulisan tangan peninggalan masa lalu yang menjadi bidang kajian filologi. Penelitian mengenai naskah Melayu belum terlalu banyak dilakukan jika dibandingkan dengan khazanah sastra lama yang terdapat di tanah air. Jumlah naskah Melayu yang tersebar di seluruh dunia belum bisa ditentukan. Ada yang memperkirakan jumlahnya 4.000 naskah, namun ada juga yang memperkirakan jumlahnya mencapai 10.000 naskah. Di Indonesia, tempat yang paling banyak menyimpan naskah Melayu adalah Museum Nasional, Jakarta. Namun, diperkirakan masih ada naskah yang tersebar di tangan individu-individu di masyarakat. Manuskrip-manuskrip tersebut berkaitan dengan agama, adat, hikayat, silsilah, pengobatan dan sejarah Melayu itu sendiri.
Prasasti
Prasasati adalah artefak bertulis dari masa lampau yang dibuat dari batu, logam, tanah liat ataupun tanduk binatang. Berdasarkan kajian dengan ilmu epigrafi, prasasti tertua yang ditemukan di Indonesia berasal dari abad ke-5 M, berupa tulisan di atas lima buah yupa di Kutai, Kalimantan Timur, Indonesia. Sementara prasasti yang berkenaan dengan Melayu ditemukan di daerah Sumatera Selatan, Jambi dan Riau, Indonesia, peninggalan kerajaan Sriwijaya. Namun, tidak tertutup kemungkinan, masih banyak prasasti dari kawasan Melayu lainnya yang belum terungkap.
sumber lebih detail silakan : http://melayuonline.com/
